Langsung ke konten utama

Postingan

Kek Lok Si Temple [Backpacker Malaysia - Thailand 2018 Part 5]

Pagi pagi kami langsung turun ke lounge hostel & bikin pop mie untuk sarapan. Karena memang hostel ini tidak menyediakan sarapan, tapi air, teh dan kopi tersedia sepanjang hari dan bebas diambil. Selesai sarapan kami berangkat ke Komtar naik mobil 203 menuju Kek Lok Si Temple.

Penang Georgetown [Backpacker Malaysia - Thailand 2018 Part 4]

Lima jam waktu perjalanan tidak terasa karena kami tidur. Itulah keuntungan ambil bis malam, selain hemat biaya penginapan, kita tidak akan bosan dengan pemandangan jalan yang monoton (soalnya tidur). Tujuan akhir bis yang kami naiki adalah Alor Setar begitu sampai di Terminal Butterworth Pak Supir teriak sehingga kami terbangun dan langsung turun.

Kuala Lumpur [Backpacker Malaysia - Thailand 2018 Part 3]

Selesai dari Batu Caves kami lanjut jalan ke Pusat Kota Kuala Lumpur. Kami kembali menaiki kereta commuter menuju Stesen Kuala Lumpur yang lokasinya dekat Central market. Perjalanannya kereta tetap menyenangkan sampai saat tap out stasiun kami baru sadar kalau ditipu petugas tiket yang menyuruh kami bayar 3 ringgit, padahal ongkosnya cuma 2,6 ringgit. Entah apa motifnya.

Batu Caves [Backpacker Malaysia - Thailand 2018 Part 2]

Pagi hari kami sudah rapi dan turun sarapan, kemudian bersiap check out penginapan. Jadwal hari ini lumayan padat, dari Batu Caves, mengelilingi landmark Kuala Lumpur, malamnya berangkat ke Penang. Rencana awal kami akan sewa loker di KL Sentral beruntungnya kami boleh menitipkan koper di penginapan walaupun sudah check out.

Twin Tower [Backpacker Malaysia - Thailand 2018 Part 1]

Berawal dari paspor yang sudah satu tahun terbit tapi isinya masih polos, akhirnya memberanikan diri cari tiket promo untuk melancong ke negeri seberang. Setelah pertimbangan harga tiket dan kurs valas akhirnya diputuskan Malaysia dan Thailand sebagai negara buat debut paspor. Berbekal tiket promo Malaysia Airline saya berangkat menuju Kuala Lumpur, penerbangan pukul 11.10 tapi saya sudah tiba di bandara soeta jam 6 pagi. Semangat? Banget!! Perjalanan CGK - KLIA lancar, bahkan saat di imigrasi KLIA yang terkenal "angker" tidak ada masalah sama sekali, petugas hanya melihat wajah saya entah sedang lelah atau malas tanpa ba'bi'bu' langsung cap paspor dan menunjuk jalur disamping meja untuk saya masuk. Yeaaay I am in Malaysia.